Taktik AirAsia Bercerai dengan Agen Travel Online.

Share:
BolaGila - Piliarta: Min... apa saya aja yang merasa dan sudah serch di aplikasi mobile ternyata enggak ada air asia.... kenapa lagi ya min??? Maaf min.... Harga maskapai yang pas di kantong....

Traveloka: @piliarta Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami infokan saat ini maskapai AirAsia untuk perjalanan yang kamu inginkan sedang tidak tersedia. Kami sarankan untuk memilih maskapai lain yang tersedia. Terima kasih :) -ND

Secara sekilas, potongan pembicaraan di salah satu media sosial di atas tampak biasa-biasa saja. Seorang pelanggan sedang bertanya ke Traveloka karena tidak menemukan tiket yang ia inginkan.

Namun siapa yang menyangka, cuitan itu justru menjadi penyebab retaknya hubungan antara maskapai penerbangan AirAsia Indonesia dan Traveloka. AirAsia berang karena pelanggan AirAsia malah didorong membeli tiket ke maskapai lainnya.

Gara-gara itu, AirAsia menarik penjualan tiketnya secara permanen dari Traveloka, selaku agen travel online. Padahal, kontribusi penjualan tiket melalui agen travel online di AirAsia mencapai 20 persen, di mana sebagian besar berasal dari Traveloka.

“AirAsia secara grup menarik penjualan seluruh tiket AirAsia dari Traveloka efektif mulai saat ini,” tutur Direktur Utama PT AirAsia Indonesia Tbk. Dendy Kurniawan dalam siaran pers pada 4 Maret 2019.

Ketegangan yang terjadi antara AirAsia dengan Traveloka tidak terjadi secara tiba-tiba. Awalnya, tiket AirAsia di Traveloka pada pertengahan Februari 2019 mendadak hilang selama beberapa hari.

Selang dua pekan, ketiadaan tiket Airasia di Traveloka terjadi lagi untuk kedua kalinya pada 2 Maret 2019. Sudah tiket hilang, AirAsia makin murka lantaran Traveloka justru mendorong pelanggan untuk membeli tiket maskapai lain.

Ketiadaan tiket AirAsia di sejumlah agen travel online memunculkan dugaan ada persaingan yang tidak sehat dalam bisnis maskapai. Apalagi, bisnis ini dimonopoli oleh dua maskapai besar, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air.

“Kompetisi seharusnya bebas dan adil sehingga konsumen dapat diuntungkan dengan adanya penawaran yang lebih baik. Jangan sampai monopoli membunuh kompetisi, dan membuat traveler menjadi dirugikan,” jelas Dendy.

Terlepas benar tidaknya ada kompetisi yang tidak sehat, tiket penerbangan AirAsia yang dijual di agen travel online memang semakin jarang. Sebagai contoh, Tirto mengecek situs resmi AirAsia, untuk pemesanan tiket pada 22 Maret 2019 untuk rute Jakarta-Surabaya terdapat empat jadwal penerbangan.

Saat bersamaan, untuk jadwal penerbangan AirAsia pada 22 Maret justru tidak terlihat di sejumlah agen travel online, misalnya tiket.com, pegi-pegi.com, pergi.com, via.com, panorama, voltras, ezytravel, dwidayatour, dan golden rama.

Penjualan tiket AirAsia juga tak ditemukan pada penyedia marketplace besar seperti Tokopedia dan Bukalapak. Tirto hanya menemukan sedikit agen travel online yang masih menjual tiket AirAsia seperti nusatrip, tiket2.com, klikmbc.com dan airpaz.com.

Tiket AirAsia yang sulit ditemui akhir-akhir ini diakui oleh Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo). Mereka tidak mengerti mengapa hal tersebut bisa terjadi, khususnya di agen travel online. “Untuk di agen travel konvensional sampai dengan saat ini masih aman. Tiket AirAsia masih tersedia. Cuma khawatir juga, takutnya yang konvensional ini juga ikut kena,” kata Rudiana, Wakil Ketua Umum Astindo kepada BolaGila.

Tidak ada komentar